YOUR LIFE IS NOT THE WORST !

9:02 AM






Masih awal tahun kan ya gengs, masih bulan Januari nih. Berarti masih bisa donk yaa melihat ke Tahun lalu atau bahkan beberapa tahun yang lalu.
Buat aku berganti tahun bukan di tanggal 1 januari guys tapi di tanggal 22 januari, karena di tanggal tersebut bertambah umurku yang berarti aku harus memperbaiki semua kesalahan di umur sebelumnya. 

Karena apa?

Karena mungkin hari boleh berulang, tanggal boleh berulang, tapi umur tidak. Umur itu pasti bertambah dan terus bertambah. Tapi apakah bertambahnya umur bertambah juga kedewasaan kita?

Belum Tentu

Karena, tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan. 

Sebenarnya aku paling jarang banget nulis tentang kehidupan pribadi di blog gini, i think ini sesuatu yang alay. Tapi untuk bahasan kali ini sengaja ku tulis, karena mungkin banyak yang mengalami ini atau sesuatu yang lebih berat dari pengalaman ku. Melalui tulisan ini aku ingin berbagi semangat kepada kamu, memberi dukungan, semoga dengan membaca tulisan ini kita menjadi semakin baik dan lebih baik lagi.

Tahun 2017 menurutku tahun yang terberat, sebenarnya tahun - tahun sebelumnya juga pernah merasa berat tapi tahun 2017.

Aku adalah anak dari keluarga broken home, dan itu membuatku menjadi tulang punggung keluarga tapi itu bukan hal yang aku sesali. Karena apa? Karena membuatku belajar dan semakin menghargai ayahku, bahwa menjadi kepala keluarga, tulang punggung keluarga itu bukan hanya bekerja tapi juga menjadi pemimpin, memikirkan segala hal terbaik untuk keluarga, siap berkorban demi segala kebahagiaan keluarga, siap bertaruh nyawa demi mereka, siap segalanya dan ku akui itu sangat berat.

Dulu ketika aku tau ayah dan ibuku berpisah, aku marah, benci, bahkan aku tak jarang memaki mereka. Tapi apakah benci ku menghilangkan perasaan sayang? Tidak, benci itu sebenarnya hanya rasa kehilangan, rasa kesepian, rasa takut, dan perasaan bersalah.

Perasaan bersalah itu seperti pertanyaan - pertanyaan yang muncul.

"Apa karena adanya aku mereka berpisah? 
"Apa karena aku melakukan suatu kesalahan sehingga ibuku membelaku mati - matian dan membuat mereka bertengkar dan berpisah?"

Tapi semua itu berlalu, seiring berjalannya waktu aku menjadi tulang punggung keluarga aku belajar membunuh ego, membunuh rasa takut, aku benar - benar mencoba melakukan yang terbaik dan berusaha menjadi lebih baik dari ayahku. Awalnya aku melakukan untuk membalas dendam atas perasaan tidak menerima keputusan beliau  karena meninggalkanku dan menghempaskan semua tanggung jawabnya kepadaku.

Dan perasaan dendam itu masih sering muncul sampai tahun lalu, tapi di akhir tahun 2017 semua perasaan dendam, benci, dan marah itu hancur.

Sesungguhnya sudah muncul sedikit rasa tidak peduli, karena memang komunikasi kita tidak baik. Jarang sekali telpon bahkan sms pun jarang. Tapi tanggal 4 Desember 2017 ayahku pulang ke rumah dalam keadaan sakit, ku pikir beliau hanya sakit biasa jadi hanya ku antar ke dokter praktek dan memang menurut dokter pun hanya tensi tinggi dan terlalu banyak merokok *iya ayahku perokok tingkat akut

Tanggal 6 Desember 2017, ayahku dibawa ke UGD karena sudah terasa sesak dan sulit bernafas. Setelah melakukan test - test yang diminta dokter, akhirnya sampai pembacaan hasil. Saat itu hanya aku dan ayah ku yang ada di UGD.

D : Dokter
A : Aku

D : "Mbak ibunya mana ya? Mau baca hasil"
A : "Mama lagi lagi pulang sebentar dok, bisa sama saya kok dok baca hasilnya"
D : "Kalau begitu mbak ikut saya sebentar ya"

Aku masih berfikir, ah mungkin maag nya kambuh. Ahh mungkin dbd, ahh mungkin tifus. 

D : "Mbak ayahnya sudah berapa lama ya sakit seperti ini?"
A : "Saya kurang tahu dok, soalnya nggak pernah cerita"
D : "Maaf mbak tapi bapak ini jantungnya bengkak karena ginjalnya sudah tidak berfungsi keduanya, bapak gagal ginjal stadium akhir. Jalan satu - satunya hanya cuci darah atau transplantasi ginjal."
A : (diam, hening) 

Aku langsung datengin ayahku, cuma diam terus senyum sambil balurin (olesin) minyak telon ke badan ayahku. 

Berat, sedih, menyesal, tapi aku nggak boleh nangis didepan ayahku. Harus kuat di depan ibu dan adikku, dan aku masih berharap semua itu cuma mimpi.

Selagi olesin minyak telon ke badan ayahku, ku lihat beliau dari wajahnya. Tidurnya yang lelah, kerut - kerut diwajahnya. Ahh, ayahku sudah tua badannya mulai lelah. 

Ku pegang pundaknya dan dadanya, ahhh dulu pundak ini yang menggendongku waktu kecil, ahhh dada ini yang selalu ku rindukan ketika ku sedih dan merasa berat. 
Ku pegang tangannya, ahhh tangannya sudah tak sekuat dulu, ahhh tangan ini yang menggenggam tanganku sewaktu kecil. Dan nantinya tangan ini yang akan menggenggam tanganku menyerahkan ku ke suamiku kelak. 

Ahh, apakah ketika aku menikah nanti tangan ini yang akan menyerahkanku ke suamiku kelak?
Ahh, apakah ketika aku menikah nanti aku masih bisa berlutut didepannya memohon restu?

Semakin banyak pertanyaan yang muncul dan terus menerus muncul, bertambah dan semakin bertambah.

Ahhh, kenapa harus aku lagi yang menerima ini?

Ahhh, hidup ini terlalu buruk.

Tapi aku ingat ayahku selalu bilang.


Hidupmu bukan yang terburuk. Tapi kamu beruntung karena kamu anak pilihan Allah, kamu terpilih untuk menerima semua kesulitan untuk kebahagian kelak. 

Ahh aku sudah terlalu emosional untuk menulis itu semua, aku hanya ingin memberikan kamu yang mungkin sedang merasa terluka, merasa tidak sanggup, atau membenci ayahmu.

Percayalah semua yang kamu hadapi hari ini bukan hal yang terburuk, anggaplah kamu sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat terindah dan kamu menemukan sebuah tangga yang sangat tinggi, dan saat ini kamu sedang menaiki 1 anak tangga. Percayalah di ujung tangga nanti ada keindahan yang kamu akan dapatkan, entah di dunia ini atau di kehidupan setelah ini.

Tetap semangat yaa guyss

YOUR LIFE IS NOT THE WORST !

Semoga dengan bertambahnya umurku, aku bisa semakin menjadi manusia yang lebih baik lagi.

So guys ada yang mau berbagi cerita sama aku? boleh di comment atau di DM.






You Might Also Like

0 comments

Like us on Facebook

Instagram

Follow Us